Kalcerbola.com – Mohamed Salah pernah menjadi wajah kebangkitan Liverpool. Ia adalah simbol gelar Premier League, Liga Champions, dan era kejayaan di bawah Jurgen Klopp. Namun musim ini, performa Salah turun drastis, membuat banyak pihak menilai ia telah berubah dari pahlawan gelar menjadi beban Liverpool. Penurunan kreativitas, efisiensi, dan kontribusi dalam permainan kini menjadi isu besar yang menghantam sang megabintang.
Era Keemasan: Ketika Salah Jadi Mesin Gol & Kreator Utama
Selama bertahun-tahun, Salah adalah fondasi identitas Liverpool:
- 30+ gol per musim dalam periode puncaknya
- Penyelesaian akhir yang mematikan
- Ketepatan timing dalam transisi cepat
- Kombinasi memukau dengan Firmino & Mane
- Pressing agresif yang menjadi ciri khas Klopp
Salah adalah jaminan tiga poin. Kini situasinya berbeda.
Musim Penurunan: Statistik Merosot, Efektivitas Hilang
Musim ini, kontribusi Salah mengalami penurunan mencolok:
• Finishing tidak lagi setajam dulu
Banyak peluang emas terbuang.
• Dribel kehilangan efektivitas
Sering kehilangan bola di area krusial.
• Kecepatan dan akselerasi menurun
Situasi 1 lawan 1 jarang membuahkan hasil.
• Minim kontribusi defensif
Tekanan tinggi Liverpool melemah tanpa partisipasi Salah.
Statistik expected goals, dribble success rate, dan key passes semuanya turun dibandingkan tiga musim sebelumnya.
