Kalcerbola.com – Posisi puncak klasemen saat Natal kerap dianggap sebagai sinyal kuat menuju gelar liga. Namun bagi Arsenal, momen tersebut justru membawa bayang-bayang sejarah kelam. Fakta berbicara: Arsenal selalu gagal menjuarai liga setiap kali mereka memimpin klasemen saat periode Natal.
Arsenal Puncak Natal: Pola yang Terus Terulang
Dalam beberapa musim berbeda, Arsenal pernah memasuki periode Natal sebagai pemimpin klasemen. Namun hasil akhirnya selalu sama: gelar juara melayang. Pola ini menjadikan “puncak Natal” sebagai momen paradoks bagi The Gunners—menjanjikan, tapi berujung kekecewaan.
Sejarah ini kembali disorot seiring posisi Arsenal yang kembali kompetitif musim ini.
Tekanan Mental dan Jadwal Padat Jadi Faktor
Periode Natal dikenal sebagai fase paling brutal di kalender sepak bola Inggris. Jadwal padat, rotasi minim, dan tekanan publik sering kali menjadi ujian berat.
Dalam beberapa musim sebelumnya, Arsenal dinilai kesulitan menjaga konsistensi performa saat memasuki paruh kedua musim—terutama ketika tekanan ekspektasi juara mulai memuncak.
