Banding FAM Ditolak, FIFA: Malaysia Langgar Pasal “Pemalsuan Dokumen”

Banding FAM Ditolak, FIFA: Malaysia Langgar Pasal “Pemalsuan Dokumen”

Kalcerbola.com – FIFA menolak banding FAM menjadi sorotan media dunia, Dalam keputusan yang mengguncang sepak bola Asia Tenggara, FIFA secara resmi menolak banding yang diajukan oleh FAM terkait investigasi penggunaan dokumen yang dinilai palsu. FIFA: Malaysia langgar pasal pemalsuan menjadi tajuk utama karena federasi sepak bola negara itu dinyatakan melanggar Pasal 22 Kode Disiplin FIFA yang melarang pengajuan “dokumen yang dibuat atau dipalsukan” guna memperoleh kelayakan pemain.

Fakta Keputusan FIFA menolak Banding FAM

Alasan penolakan: FIFA menemukan bukti bahwa dokumen “kakek/nenek lahir di Malaysia” yang diajukan oleh pihak FAM berbeda dengan dokumen asli yang ditemukan — beberapa kakek/nenek ternyata lahir di Argentina, Brazil, Spanyol atau Belanda.

FIFA mengumumkan bahwa banding yang diajukan FAM dan tujuh pemain naturalisasi telah ditolak penuh, sehingga sanksi denda CHF 350.000 kepada FAM dan larangan bermain selama 12 bulan bagi masing-masing pemain tetap diberlakukan.

Pasal yang Dilanggar

Menurut laporan resmi, pelanggaran tersebut dilakukan di bawah Pasal 22 Kode Disiplin FIFA, yang menyatakan:

“Menggunakan dokumen yang dibuat atau dipalsukan dalam suatu proses persetujuan kelayakan pemain merupakan bentuk ‘cheating’ dan tidak dapat ditoleransi.”

Reaksi Federasi & Proses Selanjutnya

  • FAM menyatakan bahwa mereka akan membawa kasus ini ke Court of Arbitration for Sport (CAS) guna mengajukan banding lanjutan.
  • Federasi Malaysia kembali mempertahankan bahwa para pemain dalam program naturalisasi adalah warga negara sah Malaysia, dan menuding terdapat kesalahan administratif dalam pengajuan dokumen — bukan pemalsuan yang disengaja.

Dampak Besar Terhadap Tim Nasional FIFA menolak banding FAM

  • Timnas Malaysia kini menghadapi kemungkinan bahwa hasil dari dua pertandingan kualifikasi (termasuk kemenangan 4-0 atas Vietnam) dapat dibatalkan atau dikenakan penalti karena penggunaan pemain yang dianggap tidak sah.
  • Skandal ini menjadi sorotan nasional dan internasional, dengan pengamat dan media menyebutnya sebagai “krisis kepercayaan dalam sepak bola Malaysia”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *