Kemarau Kemenangan Gladbach Berlanjut, Tidak Bagus untuk Kevin Diks

Kemarau Kemenangan Gladbach Berlanjut, Tidak Bagus untuk Kevin Diks

Kalcerbola.com – Situasi Kevin Diks Gladbach semakin memprihatinkan setelah Borussia Mönchengladbach gagal meraih kemenangan lagi di Bundesliga. Hasil imbang dan kekalahan beruntun membuat klub asal Jerman itu belum juga merasakan tiga poin sejak awal musim, memperburuk kondisi moral tim dan para pemainnya.

Krisis Kemenangan yang Tak Kunjung Usai

Borussia Mönchengladbach kembali gagal meraih kemenangan setelah ditumbangkan Union Berlin 1-3 akhir pekan lalu.
Catatan buruk ini memperpanjang kemarau kemenangan mereka menjadi 14 laga tanpa tiga poin di Bundesliga.
Hasil tersebut bukan hanya menempatkan Gladbach di papan bawah klasemen, tetapi juga menimbulkan tekanan besar di ruang ganti tim.

Menurut data Bundesliga, Gladbach terakhir kali menang di liga utama terjadi pada Maret 2025. Sejak saat itu, tim asuhan Gerardo Seoane hanya mampu mengumpulkan hasil imbang dan kekalahan.

Dampak Langsung bagi Kevin Diks

Pemain asal Belanda berdarah Indonesia, Kevin Diks, turut merasakan dampak besar dari performa tim yang terpuruk.
Sebagai bek kanan andalan, Diks harus bekerja ekstra keras menahan gempuran lawan, terutama karena lini tengah Gladbach sering kehilangan bola.

Dalam wawancara pasca pertandingan, Diks tak menutupi rasa frustrasinya:

“Kalah seperti ini di rumah seharusnya tidak mungkin terjadi. Kami harus melihat diri kami sendiri di cermin,” ujarnya dikutip dari Bulinews.

Ia menambahkan bahwa permainan Gladbach sebenarnya cukup dominan dalam penguasaan bola, tetapi penyelesaian akhir dan konsistensi pertahanan masih menjadi masalah utama.

Apa yang Salah dengan Gladbach?

Beberapa faktor utama yang menyebabkan kemunduran performa Gladbach antara lain:

  • Lini belakang rapuh: Tim sudah kebobolan lebih dari 20 gol hanya dalam 8 pertandingan terakhir.
  • Produktivitas menurun: Rata-rata hanya 0,6 gol per pertandingan dalam dua bulan terakhir.
  • Krisis mental: Pemain kehilangan kepercayaan diri setiap kali kebobolan lebih dulu.

Pelatih Seoane menyebut timnya membutuhkan “kemenangan kecil” untuk mengembalikan momentum, namun jadwal berat melawan Leipzig dan Frankfurt membuat tugas itu tidak mudah.

Source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *