Kalcerbola.com – Federasi Sepak Bola Swedia resmi menunjuk Graham Potter sebagai pelatih baru dengan kontrak lima bulan. Misi utamanya jelas: membawa tim nasional Swedia melangkah ke Piala Dunia 2026 meski peluangnya kini sangat berat.
Penunjukan Resmi Graham Potter
Pada Senin (20/10/2025), Federasi Sepak Bola Swedia (SvFF) mengumumkan secara resmi penunjukan Graham Potter sebagai pelatih kepala baru.
Pelatih asal Inggris itu menandatangani kontrak berdurasi lima bulan, menggantikan Jon Dahl Tomasson yang didepak usai gagal menjaga konsistensi di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa.
Potter akan bertugas hingga akhir kampanye kualifikasi, dengan opsi perpanjangan otomatis jika Swedia berhasil lolos ke putaran final.
“Saya datang bukan hanya untuk menyelesaikan musim, tapi untuk membawa Swedia ke level yang seharusnya,” ujar Potter dalam konferensi pers perdananya, dikutip dari The Guardian.
Tantangan Berat Menanti
Situasi Swedia saat ini jauh dari ideal. Mereka hanya mengoleksi 1 poin dari 4 pertandingan dan duduk di posisi buncit grup.
Namun, masih ada peluang melalui jalur playoff UEFA Nations League, yang menjadi satu-satunya harapan bagi Swedia untuk mengamankan tiket ke Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada 2026.“Kami harus berpikir positif. Masih ada cara untuk lolos, dan saya percaya pemain-pemain Swedia punya kemampuan untuk melakukan hal luar biasa,” tegas Potter.
Selain waktu yang terbatas, Potter juga menghadapi tantangan dalam membangun kembali kepercayaan diri tim, yang sempat terpuruk setelah serangkaian hasil buruk.
Ikatan Emosional Potter dengan Swedia
Bagi Potter, posisi ini bukan sesuatu yang asing. Ia pernah mengawali karier manajerialnya di Swedia bersama Östersunds FK pada tahun 2011–2018.
Di sana, ia membawa klub kecil tersebut promosi ke Allsvenskan dan bahkan tampil di Liga Europa, mengalahkan tim-tim besar seperti Arsenal.Hal inilah yang membuat SvFF percaya Potter adalah sosok ideal untuk menghidupkan kembali semangat sepak bola Swedia.
“Dia memahami budaya sepak bola kami. Dia tahu cara memotivasi pemain dengan keterbatasan,” ujar Sekjen SvFF, Anders Pettersson.
