Kalcerbola.com – Dalam sebuah wawancara, terungkap alasan sebenarnya mengapa Klopp tolak Manchester United karena Ronaldo. Pelatih asal Jerman itu menilai proyek MU terlalu berfokus pada nama besar ketimbang membangun tim dengan filosofi kuat—dan hal itu membuatnya memilih Liverpool pada 2015.
Klopp Ungkap Alasan Tolak MU
Jurgen Klopp ternyata sempat menjadi kandidat utama pelatih Manchester United usai era Sir Alex Ferguson berakhir. Namun, ia menolak tawaran tersebut karena merasa tidak cocok dengan arah proyek klub.
Dalam pernyataannya kepada media Inggris, Klopp menjelaskan bahwa pendekatan MU yang saat itu ingin mengembalikan nama-nama besar seperti Cristiano Ronaldo dan Paul Pogba tidak sesuai dengan filosofi kepelatihannya.
“Mereka ingin membangun tim dengan membeli semua nama besar, bahkan membicarakan membawa kembali Ronaldo dan Pogba. Saya hanya bisa berkata: ini bukan proyek saya,” ujar Klopp, dikutip dari TalkSport.
Menurut Klopp, membangun tim bukan tentang nama besar, melainkan tentang membangun fondasi yang kuat dari dalam klub.
Lebih Memilih Liverpool
Setelah menolak Manchester United, Klopp akhirnya menerima tawaran Liverpool pada Oktober 2015.
Menurutnya, proyek Liverpool jauh lebih realistis dan sesuai dengan prinsip sepak bolanya: bekerja dengan pemain muda, membangun karakter, dan menumbuhkan identitas permainan yang jelas.
“Liverpool memberi saya waktu dan ruang untuk membangun. Mereka tidak menjanjikan superstar, tapi menjanjikan kepercayaan. Itu yang saya butuhkan,” kata Klopp.
Keputusan itu terbukti tepat. Di bawah asuhannya, Liverpool meraih banyak kesuksesan, termasuk gelar Premier League 2019/20, Liga Champions 2018/19, dan Piala Dunia Antarklub 2019.
Filosofi Klopp yang Berbeda
Klopp dikenal sebagai pelatih yang lebih menekankan kolektivitas dan intensitas, bukan sekadar membeli pemain besar.
Dalam banyak kesempatan, ia mengaku lebih bangga melihat pemain berkembang daripada mendatangkan superstar.
“Sepak bola bukan tentang siapa yang paling mahal, tapi siapa yang paling lapar untuk menang,” tegas Klopp.
Hal ini menjadi pembeda besar antara filosofi Klopp dan arah kebijakan transfer Manchester United dalam beberapa tahun terakhir yang kerap mendatangkan pemain bintang namun gagal membentuk kohesi tim.
